Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Strategi Cerdas Menentukan Harga Produk Baru Berdasarkan Riset dan Posisi Pasar

02 August 2025 | August 02, 2025 WIB Last Updated 2025-08-02T02:42:56Z


BECKER.BIZ.ID-Menentukan harga produk baru bukan cuma soal menempelkan angka di label. Lebih dari itu, harga adalah sinyal: ia mencerminkan nilai, menyasar segmen pasar tertentu, sekaligus menentukan arah strategi bisnis ke depan

Sayangnya, banyak pebisnis pemula yang terburu-buru mematok harga tanpa pertimbangan matangpadahal kesalahan kecil di tahap ini bisa berdampak besar pada performa penjualan, persepsi pelanggan, bahkan kelangsungan brand dalam jangka panjang.

Sebelum Anda meluncurkan produk baru ke pasaran, ada baiknya memahami bahwa penetapan harga bukan keputusan sekali jadi. Ia perlu diuji, disesuaikan dengan target konsumen, dan harus punya dasar logika bisnis yang kuat. Artikel ini akan mengupas tiga catatan penting yang wajib Anda pertimbangkan sebelum memutuskan harga jual.

Tujuannya jelas: supaya produk Anda tidak hanya laku, tapi juga menguntungkan dan punya positioning yang kuat di tengah persaingan pasar.

3 Catatan Menentukan Harga Produk Baru

1. Lakukan riset kepada konsumen

Jika bisnis Anda sudah berjalan dan memiliki database pelanggan, manfaatkan data tersebut untuk mengirim survei sederhana.

Contoh pertanyaan:

“Ketika membeli produk di kategori ini, berapa biasanya Anda menghabiskan uang dalam sebulan?”

Misalnya, untuk produk bakery, Anda bisa bertanya kepada target pasar (misalnya para ibu rumah tangga), berapa rata-rata pengeluaran mereka untuk roti dalam sebulan.

Dengan cara ini, kita tidak menebak-nebak.

Mungkin kita berpikir harga Rp10.000 untuk roti itu mahal, padahal konsumen kita justru terbiasa membelanjakan Rp80.000 hingga Rp100.000.

Jika bisnis Anda masih baru dan belum memiliki cukup pelanggan, Anda tetap bisa melakukan riset dengan mendatangi target pasar secara langsung, baik melalui komunitas maupun dengan memasang iklan online yang menyasar demografi tertentu.

2. Lakukan pengecekan harga kompetitor

Langkah berikutnya adalah membandingkan harga produk Anda dengan kompetitor, terutama pelaku pasar utama (market leader) di kategori yang sama.

Dengan cara ini, Anda bisa mengetahui standar harga yang wajar di pasaran.

Jika setelah validasi ternyata harga produk Anda memang terlalu tinggi, barulah Anda bisa mempertimbangkan strategi alternatif—salah satunya dengan mengeluarkan produk dengan harga lebih terjangkau.

Jadi, apakah boleh meluncurkan produk dengan harga lebih rendah dalam satu brand? Jawabannya: boleh.

Namun, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan:

Target pasar dan brand positioning harus selaras

Jangan sampai segmen pasar Anda terlalu jauh berbeda. Hal ini bisa merusak kekuatan merek.

Misalnya, menjual roti seharga Rp4.000 dan Rp35.000 dalam satu merek yang sama berpotensi membingungkan konsumen karena perbedaan segmennya terlalu besar.

Kalaupun Anda ingin menurunkan harga, pastikan target pasarnya masih dalam rentang yang sama atau setidaknya tidak terlalu jauh.

Tujuannya agar merek Anda tetap memiliki identitas yang kuat dan konsisten.

Tiga tips meluncurkan produk dengan harga lebih rendah tanpa merusak brand:

1. Hindari kanibalisasi produk lama

Pastikan produk baru tidak mengambil pangsa pasar dari produk premium Anda.

Solusinya, buat produk yang benar-benar berbeda. Jangan hanya membedakan dari sisi ukuran atau kemasan.

Ubah bahan baku, porsi, konsep, hingga nama produk agar tidak bisa dibandingkan langsung.

Dengan begitu, pelanggan produk utama tetap merasa eksklusif, sementara segmen pasar baru bisa dijangkau melalui produk baru tersebut.

2. Lakukan komunikasi yang luas dan terarah

Pastikan peluncuran produk baru disertai dengan strategi komunikasi yang menyasar pasar baru, bukan pelanggan lama.

Gunakan berbagai kanal promosi seperti media sosial, TikTok, Instagram Reels, dan sebagainya.

Semakin luas jangkauan pesan Anda, semakin efektif upaya memperluas pasar.

3. Tetap miliki produk signature

Produk signature adalah produk unggulan yang menjadi ikon merek Anda.

Inilah produk yang membuat konsumen bersedia menunggu, rela antre, bahkan tetap membelinya meski harganya tinggi.

Dengan memiliki produk signature, nilai merek Anda akan tetap kuat, bahkan ketika Anda meluncurkan produk-produk yang lebih terjangkau.

Itulah tiga tips yang bisa Anda terapkan ketika ingin meluncurkan produk dengan harga lebih rendah dibanding produk yang telah ada.

Semoga informasi ini bermanfaat.(*)

×
Berita Terbaru Update