-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Viral Menu MBG Berisi Lele Mentah di Pamekasan, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan

11 March 2026 | 11 March WIB Last Updated 2026-03-11T02:08:58Z


BECKER.BIZ.ID – Sebuah video yang memperlihatkan paket menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur, menjadi perbincangan luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut disebutkan bahwa pihak sekolah menolak paket makanan karena berisi ikan lele mentah, bahkan dikabarkan masih ada yang hidup di dalam kotak makanan.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (9/3/2026). Paket MBG yang dikirimkan disebut sebagai jatah konsumsi siswa untuk tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis. Dalam video yang beredar, terlihat isi kotak makanan yang berisi ikan lele mentah bersama dua potong tahu dan dua potong tempe. Kondisi ikan tersebut disebut menimbulkan bau amis sehingga dikhawatirkan cepat membusuk.

Menanggapi viralnya video tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait menu yang menjadi sorotan publik. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa paket makanan yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan sebenarnya terdiri dari beberapa jenis menu yang lengkap.

Menurutnya, menu yang disiapkan tidak hanya lele, tetapi juga mencakup lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga. Namun, dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian isi paket makanan.

“Berdasarkan laporan dari lapangan, video yang beredar tidak memperlihatkan keseluruhan menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” ujar Nanik dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

BGN menegaskan bahwa setiap menu dalam Program MBG telah dirancang dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan. Pihaknya juga memastikan akan melakukan evaluasi dan koordinasi terkait polemik yang muncul agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai standar.

“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai ketentuan,” kata Nanik.

Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu tersebut memiliki pertimbangan tertentu. Selain sebagai sumber protein yang baik, metode marinasi juga dinilai mampu menjaga kandungan gizi ikan.

“Lele marinasi dipilih untuk menjaga nilai gizi dan menambah asupan protein bagi siswa. Dengan proses marinasi, ikan juga bisa bertahan hingga satu hari,” jelas Fikri.

BGN memastikan akan terus memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah untuk memastikan kualitas makanan dan pelayanan kepada para siswa tetap terjaga.(*)

×
Berita Terbaru Update