-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

45 Pengrajin Pariaman Mulai Kembangkan Batik Cap dan Rajutan Modis Jadi Usaha Bernilai Jual

11 August 2026 | 11 August WIB Last Updated 2026-08-11T01:27:48Z
Inilah batik khas Pariaman yang kini makin berkembang dan disukai banyak orang. (Foto : Trisnaldi)

Pariaman, Becker.Biz Id — Peluang usaha berbasis kerajinan rumah tangga di Kota Pariaman mulai menunjukkan perkembangan. Sebanyak 45 pengrajin kini mendapat tambahan modal usaha berupa paket peralatan untuk mengembangkan produk batik cap khas Pariaman dan kerajinan rajutan.

Para pengrajin tersebut merupakan peserta pelatihan yang telah mengikuti pembekalan keterampilan beberapa waktu lalu. Dari jumlah itu, 20 orang mengikuti pelatihan batik, sedangkan 25 lainnya mengikuti pelatihan rajutan.

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan, keterampilan yang telah diperoleh para pengrajin diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi usaha rumahan yang mampu menghasilkan pendapatan.

Menurutnya, produk kerajinan memiliki peluang pasar yang cukup besar apabila dikelola secara berkelanjutan, terutama dengan mengedepankan ciri khas daerah dan desain yang sesuai dengan selera konsumen.

"Kehadiran produk batik cap khas Kota Pariaman dan kerajinan rajutan yang modis, kita optimis lebih memperkaya portofolio oleh-oleh kreatif sekaligus memperkuat struktur industri rumahan lokal," kata Yota Balad, kemarin.

Ia menilai batik cap dan rajutan tidak hanya dapat menjadi produk kerajinan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarga jika mampu dikembangkan secara konsisten.

Yota berharap para pengrajin dapat memanfaatkan peralatan yang diterima untuk meningkatkan produksi, memperbaiki kualitas, serta menciptakan produk yang memiliki daya saing.

"Ilmu dan bantuan yang diberikan harus bisa bertransformasi menjadi unit UMKM mandiri yang bernilai jual tinggi. Di situlah manfaatnya benar-benar terasa," ujarnya.

Pengembangan usaha juga diarahkan agar industri rumahan dapat tumbuh secara berkesinambungan. Dengan semakin banyak rumah tangga yang memiliki kegiatan produktif, perputaran ekonomi masyarakat diharapkan ikut meningkat.

Para pengrajin juga akan mendapat pendampingan terkait pengembangan usaha dan manajemen, sehingga tidak hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga memahami cara mengelola usaha agar dapat bertahan dan berkembang. (Tris)

×
Berita Terbaru Update