-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anak-anak Mandeh Diajak Kenali dan Lestarikan Mangrove Lewat Wisata Edukasi

21 August 2026 | 21 August WIB Last Updated 2026-08-21T06:10:54Z


Anak-anak kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, turut aktif memungut sampah di perairan sambil menyusuri hutan mangrove bersama tim Universitas Negeri Padang dalam kegiatan wisata edukasi pelestarian lingkungan, Jumat (21/8/2026). (Foto: Wanda)



Pesisir Selatan, Becker.biz.id — Sebanyak 12 anak-anak berusia 9 hingga 15 tahun di kawasan wisata Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, mengikuti kegiatan edukasi lingkungan yang dikemas dalam bentuk wisata belajar mangrove, (21/8/2026).


Kegiatan yang digagas Tim Program Pengabdian PPUB Universitas Negeri Padang (UNP) itu mengajak peserta mengenal ekosistem mangrove secara langsung melalui penjelajahan kawasan pesisir menggunakan perahu. Selain itu, anak-anak juga diajak memungut sampah, mengenal tanaman nipah, hingga belajar mengolah buah nipah menjadi minuman.


Ketua Tim PPUB UNP, Prof. Dr. Siti Fatimah, M.Pd., M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penguatan tata kelola mangrove berbasis nagari yang bertujuan mendukung pengembangan ekowisata dan industri kreatif di Kenagarian Mandeh.


Selama menyusuri kawasan mangrove, peserta mendapatkan penjelasan mengenai fungsi hutan mangrove sebagai pelindung wilayah pesisir dari abrasi, habitat berbagai jenis biota laut, serta potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui konsep ekowisata.


Tidak hanya menerima materi, peserta juga terlibat langsung dalam aksi menjaga lingkungan dengan memungut sampah yang ditemukan di sekitar kawasan mangrove. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem pesisir sejak usia dini.


Dalam kesempatan itu, anak-anak juga diperkenalkan dengan tanaman nipah yang tumbuh di sekitar kawasan mangrove. Mereka melihat langsung habitat tanaman tersebut, memetik buahnya, dan mempelajari berbagai manfaat yang dapat dihasilkan dari tanaman khas pesisir tersebut.


Usai kegiatan lapangan, peserta mengikuti pelatihan pengolahan buah nipah menjadi jus. Pelatihan menghadirkan praktisi kuliner dan pariwisata dari Politeknik Negeri Padang, Alfisyahri, yang memberikan pendampingan mulai dari proses persiapan bahan hingga pengolahan menjadi minuman siap konsumsi.


Menurut Prof. Siti Fatimah, pendekatan belajar berbasis pengalaman dipilih agar anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengenali potensi sumber daya alam yang ada di daerah mereka.


“Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan melalui teori, tetapi juga terlibat langsung dalam menjaga kebersihan mangrove, mengenal tanaman nipah, hingga mengolahnya menjadi produk yang bernilai,” ujarnya.


Program ini melibatkan sejumlah dosen dan mahasiswa UNP serta Pemerintah Nagari Mandeh sebagai mitra pelaksana. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mampu melihat peluang pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.


Selain mendukung upaya pelestarian ekosistem mangrove, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam mendorong pembelajaran berbasis pengalaman serta penguatan kesadaran lingkungan di kalangan anak-anak kawasan pesisir. ( Wanda)

×
Berita Terbaru Update