-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Angin Duduk Masih Jadi Ancaman, Kenali Gejala dan Faktor Risikonya

29 August 2026 | 29 August WIB Last Updated 2026-08-29T04:20:43Z
Tim medis mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala dan faktor risiko "angin duduk" atau angina pectoris — nyeri dada akibat kurangnya aliran darah ke jantung — serta segera mencari pertolongan medis guna mencegah risiko serangan jantung yang berakibat fatal. (Foto: Wanda)



Padang,Becker.biz.id– Istilah "angin duduk" masih sering digunakan masyarakat untuk menggambarkan kondisi nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba dan dapat berakibat fatal. Meski dikenal luas dalam percakapan sehari-hari, kondisi ini sebenarnya merupakan gangguan kesehatan serius yang membutuhkan penanganan medis secepat mungkin.


Dalam dunia medis, angin duduk dikenal sebagai angina pectoris, yaitu kondisi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner. Kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri, tertekan, atau berat pada dada dan menjadi tanda awal adanya masalah pada jantung.


Tenaga kesehatan menjelaskan bahwa gejala angin duduk umumnya berupa nyeri di bagian tengah atau kiri dada yang dapat menjalar ke leher, rahang, bahu, punggung, maupun lengan kiri. Pada beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami sesak napas, keringat dingin, mual, hingga rasa lemas yang muncul secara mendadak.


Faktor risiko yang dapat memicu terjadinya angin duduk antara lain kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, stres berkepanjangan, serta penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kadar kolesterol tinggi.


Menurut sejumlah sumber kesehatan, penyakit jantung koroner masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala yang muncul dan tidak menunda pemeriksaan medis apabila mengalami nyeri dada yang tidak biasa.


Penerapan gaya hidup sehat dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya angin duduk. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan berhenti merokok, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.


Tenaga medis juga mengingatkan bahwa nyeri dada yang muncul mendadak dan berlangsung beberapa menit tidak boleh dianggap sebagai keluhan biasa. Penanganan yang cepat dapat mengurangi risiko komplikasi serius, termasuk serangan jantung yang berpotensi mengancam nyawa. ( Wanda)

×
Berita Terbaru Update