-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Di Tengah Gempuran Kuliner Modern, Kue Pancung Katik Masih Jadi Favorit

13 August 2026 | 13 August WIB Last Updated 2026-08-13T16:00:38Z
Kue Pancung yang sedang dipanggang tampak berwarna keemasan dengan tekstur lembut khas kuliner tradisional Minangkabau. Foto: Wanda 


Padang, Becker.biz.id – Di tengah menjamurnya kuliner modern, makanan cepat saji, dan berbagai jajanan kekinian, Kue Pancung tetap bertahan sebagai salah satu kuliner tradisional yang masih digemari masyarakat di Kota Padang, Sumatera Barat.


Salah satu penjual yang masih setia melestarikan makanan khas tersebut adalah Iwin (66), warga Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara. Dengan nama dagang Kue Pancung Katik, ia setiap hari berjualan di Pasar Pagi Puruih, Kecamatan Padang Barat, pada pagi hari. Setelah itu, ia melanjutkan aktivitas berjualan di kawasan Pasar Raya Padang hingga sore hari menggunakan becak motor.


Menurut Iwin, usaha yang dijalaninya bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjaga warisan keluarga yang telah bertahan selama puluhan tahun. Resep Kue Pancung yang digunakannya merupakan peninggalan keluarga yang telah diwariskan secara turun-temurun hingga tiga generasi.


“Resep ini berasal dari orang tua saya, dan sebelumnya juga diwariskan dari generasi keluarga yang lebih dulu. Setelah menikah dan menetap di Padang, saya meneruskan usaha ini,” ujarnya.


Kue Pancung dikenal sebagai salah satu jajanan tradisional Minangkabau yang memiliki cita rasa khas dengan bahan utama tepung beras dan kelapa parut. Meski kini banyak pilihan makanan modern yang bermunculan, jajanan tradisional tersebut masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.


Keberadaan pedagang seperti Iwin menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap mampu bertahan di tengah perubahan zaman. Selain mempertahankan cita rasa asli, mereka juga berperan menjaga warisan budaya kuliner agar tidak hilang ditelan perkembangan tren makanan modern.


Dengan semangat yang tak surut di usia senja, Iwin terus mengayuh becak motornya setiap hari, membawa Kue Pancung Katik kepada pelanggan setianya dan memperkenalkan cita rasa tradisional kepada generasi yang lebih muda. ( Wanda)

×
Berita Terbaru Update