Pesisir Selatan, Becker.biz.id – Setelah sempat terputus akibat banjir bandang yang melanda pada 2024, akses penghubung bagi sekitar 400 kepala keluarga (KK) di Kampung Koto Rawang dan Bukik Sala, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, kini kembali normal. Jembatan gantung baru yang dibangun di atas Sungai Batang Salido resmi dapat dilalui masyarakat sejak Kamis (20/8/2026).
Jembatan sepanjang 100 meter tersebut dibangun selama delapan bulan sejak Desember 2025 dengan anggaran sebesar Rp7,4 miliar. Selain konstruksi jembatan, proyek ini juga mencakup pembangunan jalan akses sepanjang 350 meter serta pemasangan lampu penerangan jalan.
Keberadaan jembatan tersebut menjadi solusi atas kesulitan yang dialami warga selama hampir dua tahun terakhir. Sebelumnya, masyarakat hanya mengandalkan jembatan darurat untuk beraktivitas, termasuk menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat perekonomian.
Meski diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua, jembatan itu juga dirancang agar dapat dilalui kendaraan roda empat dalam kondisi darurat, seperti ambulans.
Salah seorang warga Koto Rawang, Endi, mengaku bersyukur jembatan permanen akhirnya dapat digunakan. Menurutnya, anak-anak sekolah kini tidak lagi menghadapi risiko saat menyeberangi sungai.
Namun demikian, ia menyebut kekhawatiran warga belum sepenuhnya hilang. Sejak banjir bandang 2024 yang mengubah alur Sungai Batang Salido dan merusak check dam, warga masih waswas ketika debit air sungai meningkat.
“Sejak kejadian 2024, hampir setiap kali air besar datang saya tidak bisa tidur. Kami berharap ada normalisasi sungai dan perbaikan check dam agar jembatan ini tetap aman,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari usulan penanganan infrastruktur pascabencana yang disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurut Andre, dari lima usulan pembangunan jembatan di Sumatera Barat yang mendapat persetujuan pemerintah pusat, tiga di antaranya telah selesai dibangun.
“Masih ada dua jembatan lagi yang sedang dikerjakan. Targetnya pada Desember 2026 seluruhnya sudah dapat dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Terkait permintaan warga mengenai normalisasi sungai dan perbaikan check dam, Andre menyatakan akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V guna mencari solusi untuk mengurangi risiko kerusakan akibat banjir di masa mendatang.
Rampungnya jembatan gantung tersebut diharapkan tidak hanya memulihkan mobilitas warga, tetapi juga mendukung aktivitas pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat di dua kampung yang selama ini terdampak putusnya akses penghubung. ( Dylan)
