-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kabut Asap Selimuti Pulau Punjung, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

27 August 2026 | 27 August WIB Last Updated 2026-08-27T11:54:50Z
Jembatan Kabel Pulau Punjung yang terselimuti kabut asap pekat di atas Sungai Batang Hari, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (27/8/2026). (Foto: pandu)



Dharmasraya, Becker.biz.id — Kabut asap masih menyelimuti wilayah Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (27/8/2026). Kondisi tersebut terlihat jelas dari kawasan Sungai Batang Hari, tepatnya di bawah Jembatan Kabel Pulau Punjung, di mana jarak pandang tampak menurun akibat lapisan asap yang membentang di atas permukaan sungai.


Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB menunjukkan pemandangan di sepanjang aliran Sungai Batang Hari terlihat samar. Kabut asap yang cukup pekat menutupi sebagian area sekitar sungai dan mengurangi kejernihan pandangan ke sejumlah titik di seberang sungai.


Kondisi tersebut sejalan dengan data kualitas udara yang menunjukkan penurunan kualitas lingkungan. Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi IQAir pada waktu yang sama, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Pulau Punjung tercatat berada pada angka 165. Angka tersebut masuk dalam kategori Tidak Sehat.


Polutan utama yang mendominasi adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 74,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Tingginya kadar partikel tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan.


Kabut asap yang masih bertahan di wilayah Dharmasraya diduga berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah, serta kemungkinan adanya kiriman asap dari wilayah lain yang turut memengaruhi kualitas udara di kawasan tersebut.


Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat. Warga juga disarankan menggunakan masker, terutama masker medis atau N95, saat beraktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko paparan partikel berbahaya.


Pemerintah dan instansi terkait diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara serta memberikan informasi terkini kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap. ( Pandu)

×
Berita Terbaru Update