![]() |
| Mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Arjasa bersama pengelola Wisata Citra Mandiri di Desa Arjasa, Kabupaten Jember, Sabtu (28/8/2026). (Foto: Wanda) |
Jember, Becker.biz.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Desa Arjasa dari Universitas Jember, Universitas PGRI Argopuro Jember, dan Universitas Moch. Sroedji Jember melakukan edukasi sekaligus penataan sistem pemilahan sampah di kawasan Wisata Citra Mandiri (WCM), Desa Arjasa, Kabupaten Jember, Sabtu (28/8).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu pengelola wisata mengurangi penumpukan sampah serta mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa KKN-K, selama ini sampah di kawasan wisata masih dibuang dalam satu wadah tanpa pemisahan antara sampah organik, anorganik, maupun botol plastik. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan proses pengelolaan dan daur ulang sampah.
Melalui program tersebut, mahasiswa memasang sejumlah tempat sampah yang telah diberi penanda sesuai jenis sampah. Tempat sampah itu ditempatkan di beberapa titik strategis yang mudah dijangkau pengunjung, terutama di area yang sering menjadi lokasi berkumpul.
Selain penyediaan sarana pemilahan sampah, mahasiswa juga memasang plang edukasi berisi ajakan menjaga kebersihan dan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Plang tersebut dilengkapi ilustrasi menarik agar lebih mudah dipahami dan menarik perhatian pengunjung.
Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat dan wisatawan dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.
"Kami berharap keberadaan tempat sampah terpilah dan media edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan lingkungan wisata serta mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan," ujarnya.
Kegiatan tersebut turut didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang memantau pelaksanaan program. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa berharap budaya memilah sampah dapat terus diterapkan sehingga kawasan wisata tetap bersih, nyaman, dan ramah lingkungan. ( Wanda)
