-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menkes Imbau Warga Terdampak Karhutla Gunakan Masker dan Batasi Aktivitas Luar Ruangan

22 August 2026 | 22 August WIB Last Updated 2026-08-22T10:43:25Z
Relawan membagikan masker kepada pengendara di jalan raya sebagai upaya perlindungan diri dari paparan asap karhutla, Jumat (21/8/2026). (Foto: Wanda )



Jakarta, Becker.biz.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk segera menggunakan masker saat kualitas udara memburuk serta mengurangi aktivitas di luar ruangan.


Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya melindungi masyarakat dari paparan partikel halus PM2,5 yang terkandung dalam asap karhutla. Partikel berukuran sangat kecil itu dapat masuk hingga ke bagian terdalam paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).


“Partikel PM2,5 yang berasal dari asap kebakaran hutan sangat berbahaya bagi sistem pernapasan. Paparan yang terus-menerus dapat memicu berbagai penyakit, termasuk ISPA,” kata Budi, Jumat (21/8/2026).


Menurutnya, kelompok yang paling rentan terdampak adalah anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma dan gangguan paru kronis.


Budi menjelaskan, paparan PM2,5 tidak hanya menyebabkan iritasi mata dan tenggorokan, tetapi juga dapat memicu sesak napas, batuk berkepanjangan, hingga memperparah kondisi kesehatan yang telah ada sebelumnya.


Karena itu, penggunaan masker dinilai menjadi langkah perlindungan paling sederhana dan efektif ketika kabut asap mulai menyelimuti suatu wilayah. Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta membatasi kegiatan di luar rumah, terutama saat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.


Kementerian Kesehatan juga mendorong masyarakat untuk secara rutin memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi atau layanan resmi yang tersedia. Langkah tersebut penting agar warga dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari sesuai kondisi lingkungan.


Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga 21 Agustus 2026, karhutla telah terjadi di 87 kabupaten dan kota yang tersebar di tujuh provinsi, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.


Dari jumlah tersebut, sekitar tiga juta jiwa di 37 kabupaten dan kota dilaporkan terpapar langsung kabut asap akibat karhutla.


Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan yang muncul. Warga yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, atau iritasi mata berat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan lebih lanjut.


Pemerintah berharap kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker dan menjaga kesehatan selama musim karhutla dapat membantu menekan peningkatan kasus penyakit akibat paparan asap. ( Wanda)

×
Berita Terbaru Update