![]() |
| Kekayaan alam, budaya, dan ikon wisata Kalimantan Tengah semakin diminati wisatawan. Foto: Ahmad |
Palangka Raya,Becjer.biz.id – Aktivitas pariwisata di Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif sepanjang Juni 2026. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke provinsi tersebut tercatat mencapai 1.060.505 perjalanan atau meningkat 13,26 persen dibandingkan Mei 2026.
Berdasarkan data terbaru, Kota Palangka Raya menjadi daerah tujuan wisata dengan jumlah perjalanan wisnus tertinggi di Kalimantan Tengah. Ibu kota provinsi itu mencatat 266.872 perjalanan wisatawan selama Juni 2026.
Tak hanya kunjungan wisatawan ke Kalteng yang meningkat, jumlah perjalanan wisatawan asal Kalimantan Tengah ke berbagai daerah juga mengalami kenaikan. Pada Juni 2026, perjalanan wisnus asal Kalteng tercatat sebanyak 1.053.599 perjalanan, naik 16,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Meningkatnya mobilitas wisatawan turut berdampak pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Tengah pada Juni 2026 mencapai 48,05 persen, meningkat 3,38 poin dibandingkan Mei 2026.
Kenaikan serupa juga terjadi pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya. TPK kelompok akomodasi tersebut tercatat sebesar 24,66 persen atau naik 1,60 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara tahunan, kinerja perhotelan juga menunjukkan perbaikan. Dibandingkan Juni 2025, TPK hotel berbintang pada Juni 2026 meningkat 2,11 poin, sementara hotel nonbintang dan akomodasi lainnya naik 1,76 poin.
Meski tingkat hunian hotel berbintang meningkat, jumlah tamu yang menginap mengalami penurunan secara bulanan. Pada Juni 2026, jumlah tamu hotel berbintang tercatat sebanyak 47.861 orang, turun 5,02 persen dibandingkan Mei 2026.
Sebaliknya, hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencatat pertumbuhan jumlah tamu. Selama Juni 2026, sebanyak 112.689 tamu menginap di kelompok akomodasi tersebut, meningkat 2,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Peningkatan jumlah perjalanan wisatawan dan membaiknya tingkat hunian hotel menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata Kalimantan Tengah. Kondisi ini diharapkan mampu memberikan dampak lanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama pada sektor jasa, transportasi, kuliner, dan usaha pendukung pariwisata lainnya. ( Ahmad)
