-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seruit Battle Meriahkan Festival Krakatau 2026, Kuliner Khas Lampung Didorong Mendunia

29 August 2026 | 29 August WIB Last Updated 2026-08-29T09:31:05Z
Suasana Seruit Battle di Festival Krakatau XXXV 2026, Bandar Lampung, Jumat (28/8/2026). (Foto: Joni)



Bandar Lampung l, Becker.biz.id — Kuliner tradisional seruit kembali menjadi sorotan dalam rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Melalui ajang Seruit Battle yang digelar di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Jumat (28/8/2026), berbagai kalangan berkompetisi menyajikan kreasi terbaik dari makanan khas masyarakat Lampung tersebut.


Kegiatan yang diikuti 31 tim dari unsur BUMN, BUMD, perusahaan swasta, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pelestarian budaya dan promosi wisata daerah.


Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengatakan seruit merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Lampung yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.


Menurutnya, pelestarian budaya daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, kegiatan yang mengangkat kuliner tradisional dinilai memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman.


“Seruit bukan sekadar makanan khas daerah, tetapi juga bagian dari identitas dan kekayaan budaya Lampung. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap seruit semakin dikenal, tidak hanya di Lampung, tetapi juga di tingkat nasional hingga mancanegara,” ujarnya saat membuka kegiatan.


Dalam perlombaan tersebut, setiap tim menampilkan kreativitas masing-masing dalam menyajikan seruit, mulai dari racikan sambal hingga penyajian ikan dan lalapan yang menjadi ciri khas hidangan tersebut.


Selain mengedepankan aspek kuliner, kegiatan itu juga menjadi wadah mempererat hubungan antarpeserta. Semangat kebersamaan yang melekat dalam tradisi makan seruit dinilai sejalan dengan nilai kekeluargaan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lampung.


Wulan menyebut, tradisi menyiapkan dan menikmati seruit secara bersama-sama mengandung makna gotong royong serta kebersamaan yang patut dipertahankan.


Ia berharap Seruit Battle dapat terus menjadi agenda yang berkelanjutan dan tidak berhenti sebatas kompetisi tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang promosi budaya sekaligus membangun rasa bangga masyarakat terhadap kearifan lokal yang dimiliki Lampung.


“Tujuan utama kegiatan ini bukan hanya mencari pemenang, tetapi bagaimana bersama-sama mengangkat seruit sebagai kebanggaan dan identitas masyarakat Lampung,” katanya.


Usai perlombaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tradisi Mengan Balak, yakni makan bersama yang menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Lampung. Tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus penutup kegiatan yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat pelestarian budaya lokal.


Festival Krakatau sendiri merupakan agenda tahunan yang menampilkan beragam potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif Lampung. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah bersama masyarakat berupaya memperkuat promosi daerah sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi yang menjadi identitas masyarakat setempat. ( Joni)

×
Berita Terbaru Update