![]() |
| Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau fasilitas papan tulis interaktif di SMAN 1 Pangkalan Bun, Jumat (28/8/2026). (Foto: Bahrawi) |
Pangkalan Bun, Becker.biz.id – Transformasi pendidikan berbasis digital terus diperkuat di Kalimantan Tengah. Upaya tersebut terlihat saat Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran melakukan kunjungan kerja ke SMAN 1 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (28/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo melaporkan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal meski wilayah tersebut masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Menurut Reza, para siswa tetap mengikuti pembelajaran dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan menerapkan langkah antisipasi, termasuk penggunaan masker. Pemerintah daerah juga masih mengkaji situasi sebelum menerbitkan kebijakan lanjutan terkait aktivitas sekolah.
Ia menjelaskan, perhatian pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan diwujudkan melalui penyediaan sarana pembelajaran digital. Saat ini SMAN 1 Pangkalan Bun telah dilengkapi 27 papan tulis interaktif di setiap ruang kelas, ditambah satu unit bantuan dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga total terdapat 28 perangkat yang digunakan dalam proses belajar mengajar.
"Fasilitas ini mendukung pembelajaran yang lebih modern dan interaktif bagi siswa," kata Reza.
Meski mengadopsi teknologi digital, sekolah tersebut menerapkan kebijakan pembelajaran tanpa ketergantungan pada telepon seluler. Sistem pembelajaran didukung oleh Learning Management System (LMS) yang memungkinkan proses belajar, absensi, hingga pemantauan kehadiran siswa dilakukan secara elektronik.
Melalui sistem tersebut, data kehadiran, keterlambatan, hingga waktu kepulangan siswa dapat dipantau secara lebih efektif. Ke depan, orang tua juga dapat mengakses informasi tersebut sebagai bagian dari pengawasan pendidikan anak.
Reza menegaskan, kebijakan larangan membawa ponsel ke sekolah merupakan hasil kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Langkah itu diambil untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif sekaligus meminimalkan dampak negatif penggunaan gawai di kalangan pelajar.
Selain memaparkan perkembangan digitalisasi pendidikan, Reza juga menyampaikan sejumlah prestasi yang berhasil diraih pelajar Kalimantan Tengah di tingkat nasional.
Salah satunya adalah keberhasilan SMA Negeri 2 Katingan Kuala meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat nasional tahun 2026 setelah mengungguli peserta dari berbagai provinsi.
Prestasi lainnya diraih Neo Svara Band dari SMAN 1 Pangkalan Bun yang berhasil meraih Juara III Nasional pada Kompetisi Kreasi Gerak dan Lagu "Rukun Sama Teman" yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Penguatan Karakter.
Tak hanya itu, pelajar Kalimantan Tengah juga berhasil menembus seleksi Duta SMA tingkat nasional. Sementara dua siswa dari SMAN 1 Pangkalan Bun dan SMAN 3 Pangkalan Bun terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Menurut Reza, berbagai capaian tersebut membuktikan bahwa pelajar Kalimantan Tengah, termasuk yang berasal dari daerah pedalaman, memiliki kemampuan dan daya saing yang tidak kalah dengan siswa dari daerah lain di Indonesia.
"Prestasi ini menunjukkan bahwa anak-anak Kalimantan Tengah mampu bersaing di tingkat nasional. Kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita harus terbuka bagi seluruh anak, termasuk yang berada di wilayah pedalaman," ujarnya. ( Bahrawi)
