Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Mesin Produksi untuk Usaha Kuliner

25 June 2025 | June 25, 2025 WIB Last Updated 2025-06-25T02:51:32Z


BECKER.BIZ.ID - Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai lima hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses pengadaan mesin atau peralatan produksi.

Jangan sampai Anda melakukan kesalahan dalam pembelian, sehingga setelah mengeluarkan banyak modal untuk membeli peralatan, ternyata hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan. 

Bahkan, bisa jadi Anda justru mengeluarkan anggaran yang melebihi batas. 

Hal-hal semacam ini sebaiknya dihindari. Oleh karena itu, hari ini saya akan membagikan lima poin penting yang harus diperhatikan ketika hendak melakukan pengadaan peralatan.

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika mau beli mesin

1. Pastikan Kualitas Mesin yang ingin di beli 

Pertama, terdapat pandangan umum seperti, “Kalau membeli alat harus yang terbaik,” atau sebaliknya, “Yang penting alat bisa berfungsi dulu.” Mana yang benar? Sebenarnya tidak ada yang benar atau salah secara mutlak. Namun, saat membeli peralatan untuk usaha kuliner, kita perlu memprioritaskan efektivitas. Jenis peralatan seperti apa yang paling sesuai untuk mencapai hasil optimal? Bukan yang paling mahal, juga bukan yang termurah.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempelajari spesifikasi dan performa kerja dari setiap alat yang hendak dibeli. 

Sesuaikan dengan kebutuhan proses produksi, baik di area bar maupun dapur. Jika alat yang lebih murah sudah memadai, maka tidak perlu membeli yang lebih mahal. 

Namun jika kualitas yang diinginkan hanya bisa dicapai dengan alat berbiaya tinggi, jangan memaksakan diri membeli yang murah karena hasilnya bisa tidak optimal. 

Jangan sampai demi penghematan, kita justru mengorbankan kualitas. Di awal mungkin terlihat hemat, tetapi jika produk tidak dibeli konsumen karena kualitasnya rendah, maka tetap akan merugi.

Lebih baik kita melakukan perhitungan secara cermat, mengidentifikasi kebutuhan secara rinci, dan membeli peralatan sesuai peruntukannya. Meskipun terkadang dibutuhkan modal lebih besar, namun jika produk yang dihasilkan berkualitas dan didukung strategi pemasaran serta operasional yang baik, maka konsumen akan terus melakukan pembelian ulang. Investasi pun tidak akan sia-sia.

2. Hitung Tingkat pengembalian modal jika menggunakan mesin

Kedua, lakukan perhitungan sederhana mengenai waktu pengembalian modal. Saat membeli peralatan, kita harus memahami alat tersebut akan digunakan untuk memproduksi menu apa saja. Ketika menyusun proyeksi bisnis, kita perlu menentukan target penjualan bulanan. Misalnya kita memiliki sepuluh menu, masing-masing dengan kontribusi penjualan yang berbeda — ada yang menyumbang 20%, 10%, dan seterusnya.

Setelah itu, petakan menu mana saja yang akan menggunakan alat tersebut. Misalnya menu nomor 1, 2, dan 3. Jika total kontribusi penjualan dari tiga menu tersebut mencapai 30% dari omzet bulanan sebesar 100 juta rupiah, maka nilainya adalah 30 juta rupiah. Apabila margin kotor adalah 60%, berarti keuntungan kotor dari penjualan ketiga menu tersebut adalah 18 juta rupiah.

Jika target pengembalian modal adalah dalam enam bulan, maka 18 juta dikali 6 menghasilkan 108 juta rupiah. Angka tersebut menjadi batas maksimum anggaran untuk pembelian alat. Maka setiap pembelian alat harus mempertimbangkan untuk apa dan seberapa besar intensitas penggunaannya. Jika alat digunakan untuk memproduksi menu dengan tingkat penjualan tinggi, pilihlah alat dengan daya tahan tinggi. 

Namun jika hanya untuk menu pelengkap, tidak perlu membeli alat yang terlalu mahal.

3. Pelajari cara pemakaian mesin atau alat yang akan dibeli

Ketiga, yang sering diabaikan adalah membeli alat canggih tanpa memahami cara penggunaannya. Banyak orang mencoba mengoperasikan alat secara asal padahal sudah tersedia buku panduan penggunaan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan observasi dan pembelajaran mengenai cara pengoperasian alat yang benar. 

Jika alat tersebut memiliki harga cukup tinggi, sebaiknya undang pihak vendor untuk memberikan pelatihan kepada Anda dan tim agar alat dapat digunakan secara optimal dan tidak cepat rusak.

4. Untuk peralatan yang maha, pastikan kemudahan spasepase

Keempat, pahami cara perawatan alat dengan benar. Dalam bisnis kuliner, jika peralatan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka penjualan tidak akan terjadi. Pastikan alat selalu dalam kondisi baik. Pelajari metode perawatannya dan pastikan suku cadangnya mudah diperoleh. 

Jangan sampai peralatannya canggih, tetapi suku cadangnya harus menunggu hingga enam bulan untuk didapatkan — hal ini dapat mengganggu jalannya operasional usaha.

Jadi, selain mempertimbangkan kualitas dan kesesuaian alat dengan kebutuhan produksi, ketersediaan suku cadang juga harus menjadi faktor yang diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

5. Pastikan asfter sales service yang baik di sediakan oleh vendor

Kelima dan yang terakhir, pastikan layanan purna jual (after-sales service) dari vendor benar-benar memadai, terutama untuk pembelian alat-alat dengan harga tinggi.

 Saat Anda memilih alat, selain mendiskusikan harga dan spesifikasi, jangan lupa menanyakan bagaimana kualitas layanan purna jual dari penyedia tersebut. Jika kelima poin ini telah diperiksa dan dipenuhi dengan baik, maka peluang Anda untuk mendapatkan peralatan yang efektif dan efisien dalam jangka panjang akan semakin besar.

Nah itulah informasi mengenai Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika mau beli mesin.

Semoga bermanfaat. (*)


×
Berita Terbaru Update