BECKER.BIZ.ID - Dalam dunia bisnis kuliner yang semakin kompetitif, memiliki menu unggulan atau star menu menjadi salah satu kunci utama untuk menarik perhatian konsumen dan membangun reputasi restoran atau warung Anda.
Menu unggulan tidak hanya sekadar hidangan yang enak, tetapi juga menjadi identitas yang membedakan bisnis Anda dari pesaing.
Dengan adanya star menu, pelanggan memiliki alasan kuat untuk kembali dan bahkan merekomendasikan tempat Anda kepada orang lain. Oleh karena itu, menciptakan menu unggulan yang tepat adalah investasi penting untuk pertumbuhan bisnis kuliner jangka panjang.
Namun, proses menciptakan menu unggulan tidak semudah yang dibayangkan. Diperlukan kreativitas, pemahaman pasar, serta strategi yang matang agar menu tersebut dapat memenuhi selera konsumen sekaligus menjadi ciri khas bisnis Anda.
Artikel ini akan membahas berbagai cara praktis dan efektif dalam menciptakan menu unggulan, mulai dari riset bahan baku, pengolahan, hingga pemasaran yang tepat.
Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan Anda bisa menemukan formula tepat untuk menghadirkan menu andalan yang mampu mengangkat bisnis kuliner ke level yang lebih tinggi.
14 Cara Menciptakan Menu Unggulan (Star Menu)
1. Penemuan yang Tidak Terduga
Pertama adalah penemuan yang tidak terduga. Seringkali kita mendengar bahwa sebuah menu tercipta secara tidak sengaja saat melakukan riset menu atau mencoba-coba membuat sesuatu. Misalnya, dulu viral brownies kukus Amanda, padahal umumnya brownies kukus dipanggang. Kita juga dapat membuat penemuan tidak terduga, misalnya brownies isi cream cheese, dengan cerita bahwa ini adalah sebuah penemuan yang akhirnya menjadi viral dan dibicarakan banyak orang.
Terlepas apakah memang tidak sengaja atau sengaja dibuat cerita tidak sengaja, dalam dunia bisnis hal ini sah-sah saja selama tidak merugikan konsumen, baik dari segi kualitas maupun layanan.
Strategi penemuan tak terduga ini memiliki nilai jual yang sangat kuat jika dikomunikasikan dengan tepat dan dapat menciptakan keunggulan bagi bisnis kita.
2. Resep Warisan
Kedua adalah resep warisan. Resep warisan biasanya menjadi menu unggulan dalam bisnis kuliner, seperti mangut lele Mbah Marto, bebek goreng Haji Slamet, dan lain-lain.
Konsumen sering mengidentikkan resep warisan dengan rasa yang enak dan membangkitkan rasa kangen, sehingga mereka tidak keberatan membeli meskipun tempatnya jauh.
Misalnya, jika kita ingin berjualan ayam goreng, cobalah menggali resep warisan dari nenek buyut atau nenek kita yang kemudian diturunkan ke ibu kita dan akhirnya ke kita, yang tentunya juga terasa enak dan membangkitkan kerinduan.
Resep tersebut kemudian dikomersialkan menjadi bisnis kuliner. Jika tidak memiliki resep warisan, Sobat Foodies bisa mencari teman yang memiliki resep tersebut atau mencari bisnis legendaris untuk diajak kerja sama dan dikembangkan bersama.
3. Sentuhan teknologi
Ketiga adalah sentuhan teknologi. Contohnya adalah Bakpia Kukus Tugu Jogja, salah satu oleh-oleh fenomenal di Jogja yang menjadi contoh bagaimana sentuhan teknologi dapat menciptakan menu unggulan sehingga konsumen rela antre untuk mendapatkan dan menikmati produk yang dibuat menggunakan mesin yang didatangkan langsung dari luar negeri, seperti teknologi pembuat dorayaki dari Jepang.
Tugu Jogja berhasil menemukan celah pasar dengan produk barunya, yaitu bakpia kukus, yang berbeda dari biasanya bakpia yang dipanggang.
Untuk menjadi viral dan diminati banyak orang, bukan hanya produk yang harus unggul, tetapi juga konsep dan branding yang kuat dari grupnya, sehingga produk tersebut dikenal dan disukai.
4. Ciri khas wilayah
Keempat adalah ciri khas wilayah. Menu unggulan juga dapat diciptakan dari kekhasan suatu daerah, seperti konro bakar, sate maranggi, pempek, dendeng batokok, dan sebagainya.
Menu-menu tersebut berasal dari makanan khas daerah tertentu. Kunci utama dalam mengangkat menu unggulan khas daerah adalah bahwa menu tersebut memiliki pasar yang cukup besar di lokasi bisnis kita.
Contohnya, saya sapi lamaera yang merupakan pelopor sapi di Bandung, hingga saat ini masih ramai meskipun banyak merek lain yang bersaing. Hal ini karena pasarnya cukup besar untuk dijadikan bisnis beberapa cabang.
Meskipun membuka 10 cabang sekalipun di Bandung, pasar tidak akan sebesar dua sampai tiga cabang. Jadi, dua sampai tiga cabang sudah cukup untuk digarap. Contoh lain adalah brand Soto Boyolali yang rasanya diterima di berbagai daerah sehingga berpotensi untuk dikembangkan.
5. Orang terkenal, influencer, atau chef
Kelima adalah orang terkenal, influencer, atau chef. Menu unggulan dapat dikaitkan dengan seorang influencer atau tokoh terkenal, biasanya chef. Jika Anda seorang chef, akan lebih mudah menggunakan strategi ini dengan membangun personal branding. Namun, jika bukan chef, Anda dapat bekerja sama dengan chef untuk menciptakan keunggulan, misalnya "Sop Buntut by Chef X" atau "Steak by Chef Y". Strategi ini memberikan otoritas terhadap menu, sehingga konsumen menganggap menu tersebut spesial dan unggulan.
Namun, jika chef tidak terlalu dikenal, konsumen mungkin menganggap ini klaim sendiri. Hal ini dapat diatasi dengan membuat cerita (story) di media sosial dan outlet tentang chef tersebut.
6. Memberikan Wow Factor
Keenam adalah memberikan Wow Factor. Menu unggulan juga dapat diciptakan dengan menambahkan unsur unik, baik dari tampilan, nama, maupun ukuran. Contohnya, Balungan Dinosaurus, Sop dan Sate Sapi Pak Bayu di Jogjakarta, yang tampilannya sangat besar dengan deretan tulang iga yang banyak.
Melalui konsep ini, Pak Bayu ingin memperlihatkan keunggulan menu tersebut kepada target pasar. Teknik ini sangat efektif, apalagi jika dikombinasikan dengan brand activation seperti diskon tebus murah Rp15.000, sehingga pembeli akan membuat konten yang pada akhirnya mempublikasikan dan membuat outlet tersebut viral di media sosial, terbukti outletnya menjadi ramai.
7. Testimonial orang terkenal
Ketujuh adalah testimonial orang terkenal. Menu unggulan dapat didukung dengan meminta testimonial dari orang terkenal atau influencer.
Jika belum mengenal influencer tersebut, coba perkenalkan diri dan bisnis Anda secara sopan melalui DM Instagram, ceritakan juga secara asli tentang bisnis Anda, lalu minta izin untuk mengirim produk agar dapat direview.
Jangan memaksa, jika tidak dibalas, coba lagi di lain waktu. Jika sudah mengirim tapi tidak mendapatkan review, tidak masalah. Usahakan menghubungi sebanyak mungkin orang terkenal dan influencer. Selain itu, perhatikan juga kemasan dan tampilan produk agar menarik, karena ini adalah hal pertama yang dilihat oleh konsumen.
Jika berhasil mendapatkan review dan testimonial yang bagus, inilah momen untuk menjadikan produk tersebut menu unggulan.
Kirimkan produk spesifik yang akan dijadikan unggulan, jangan semuanya.
8. Bahan baku spesifik
Kedelapan adalah bahan baku spesifik. Menu unggulan juga dapat diciptakan dari bahan baku yang spesifik, yang tidak banyak diketahui atau sulit didapat. Contohnya, Sambal Rampai Official asal Lampung yang menjadikan sambal rampai sebagai menu unggulan.
Ketika bahan baku cukup unik dan jarang terdengar, ini bisa menjadi daya jual dan membuat menu tersebut unggulan, seperti angsa goreng sambal domba Garut, cabe asal Garut, kopi Gayo Aceh, kelapa Thailand, garam Himalaya, ikan gabus Palembang, dan lain-lain.
Cobalah cek apakah ada bahan baku lokal yang dapat diangkat sebagai nilai jual bisnis kuliner. Semakin sulit didapat, semakin menjual.
9. Resep rahasia
Kesembilan adalah resep rahasia. Misalnya, kaldu yang direbus selama 18 jam kemudian disimpan di suhu 5 derajat Celsius dan dikombinasikan dengan 30 rempah khas, membuat sop ayam Pak Jarot menjadi sangat spesial. Ini adalah contoh membangun menu unggulan dengan resep rahasia. Berbeda dengan poin bahan baku spesifik, pada poin ini, rahasia tersebut dibuat lebih misterius sehingga menarik rasa penasaran konsumen.
Setiap kuliner sebenarnya bisa memiliki atau mengklaim memiliki resep rahasia.
Yang penting adalah bagaimana kita membangun cerita dan mengapa orang tertarik dengan rahasia tersebut.
10. Teknik pemasaran
Kesepuluh adalah teknik pemasaran. Menu unggulan dapat dibangun melalui teknik pemasaran, misalnya survei. Contohnya, jika kita jualan ayam goreng tanpa tulang, lakukan survei ke 100 orang dan 95 orang memberikan nilai 5 untuk rasa.
Hasil survei ini dapat dijadikan konten promosi dengan menyatakan "Survei membuktikan 95 dari 100 orang menyukai ayam goreng tanpa tulang". Tambahkan juga video testimonial peserta survei dan lampirkan hasil surveinya. Teknik ini membuat menu unggulan didukung data yang kuat.
11. Teknik olahan bahan baku
Kesebelas adalah teknik olahan bahan baku. Menu unggulan dapat diciptakan dengan membuat kategori baru, misalnya sop buntut tanpa tulang, ayam tulang lunak, ikan cabut duri, ayam kukus rempah, sapi asap bambu, nasi bakar bambu, dan sebagainya.
Pada dasarnya, bahan bakunya tetap ayam, sapi, dan lain-lain, tetapi teknik olahan yang baru membuat cita rasa dan pengalaman produk berbeda dari standar biasa.
Contohnya adalah ayam gepuk Pak Gembus yang sudah memiliki ratusan cabang. Teknik olahan ini akan lebih kuat jika kita menciptakan nama khusus untuk teknik olahan tersebut sehingga menjadi nilai branding produk.
12. Alat dan teknik penyajian atau atraksi
Keduabelas adalah alat dan teknik penyajian atau atraksi. Menu unggulan juga dapat diciptakan dengan alat atau teknik penyajian yang unik. Contohnya, soto gebrak yang karyawannya suka memukul meja, sambal ijo Aa Sipit yang menggunakan ulekan raksasa, atau penjual sate yang melempar kuali saat mengganti kuali.
Contoh lain, ayam geprek palu yang digeprek menggunakan palu khusus berdiameter 30 cm. Keunggulan menu ini terletak pada alat atau teknik penyajian, yang bisa jadi menu biasa saja tapi dikenal karena keunikannya.
13. Nama menu dan simbol khusus
Ketigabelas adalah nama menu dan simbol khusus. Menu unggulan bisa diciptakan dengan memberikan nama unik dan simbol khusus pada menu, misalnya “Sop Buntut Juara 1” atau memberikan tanda rekomendasi, favorit, dan lain-lain.
Nama menu ini harus dikomunikasikan dengan agresif melalui berbagai media seperti Instagram, buku menu, banner di depan outlet, dan media berbayar sehingga membangun persepsi bahwa menu tersebut memang unggulan bisnis kita.
14. Melihat tren yang ada
Keempatbelas adalah melihat tren yang ada. Menu unggulan juga dapat dibuat dengan memanfaatkan tren yang sedang atau akan terjadi, misalnya tren es kopi susu yang dimanfaatkan oleh banyak coffee shop, atau cumi cabe ijo yang sedang viral.
Contoh lain adalah chicken nest fill atau pedas yang sedang viral. Namun, dalam memanfaatkan tren harus berhati-hati dan memastikan kategori produk cukup berkelanjutan, bukan hanya tren sesaat.
Kita juga harus bergerak cepat untuk mengomunikasikan agar persepsi produk tersebut terasosiasi dengan merek kita.
Demikian 14 poin pembahasan yang harus didukung oleh dua hal utama agar berhasil dan kuat di benak target pasar, yaitu dengan menambahkan cerita (story) dan branding, serta dikomunikasikan dengan baik.
Tanpa kedua hal ini, menu unggulan yang kita ciptakan akan sulit mendukung bisnis berkembang besar.
Kalau pun bisa melalui word of mouth, akan membutuhkan waktu lama dan berisiko kalah oleh kompetitor.
Semoga bermanfaat. (*)
