-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

920 Sekolah di Sumbar Dapat Revitalisasi pada 2026, Anggaran Tembus Rp617 Miliar

11 August 2026 | 11 August WIB Last Updated 2026-08-11T01:04:54Z

 

Aktifitas di salah satu sekolah dasar di Sumbar (Foto : Anizur)

Padang, Bekcer.Biz.Id — Sebanyak 920 satuan pendidikan di Sumatera Barat mendapat bantuan revitalisasi pada 2026. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan 2025 yang hanya mencakup 337 satuan pendidikan.

Total anggaran yang dialokasikan untuk program revitalisasi pendidikan di Sumbar tahun ini mencapai Rp617,24 miliar. Angka itu naik sekitar 106 persen dibandingkan 2025 yang tercatat Rp300,06 miliar.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menilai perluasan program tersebut menjadi peluang untuk mempercepat pembenahan fasilitas pendidikan, terutama sekolah yang masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.

Menurut Vasko, dampak program revitalisasi tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang menerima bantuan, tetapi juga dari manfaat langsung yang dirasakan siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar.

“Semakin banyak sekolah mendapatkan perhatian, semakin banyak pula anak-anak kita yang bisa belajar di lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman,” kata Vasko di Padang, Senin (10/8/2026).

Berdasarkan data program bantuan pemerintah revitalisasi 2025 dan 2026, peningkatan penerima terjadi pada hampir seluruh jenjang pendidikan.

Pada 2026, bantuan diberikan kepada 271 satuan pendidikan PAUD dengan nilai sekitar Rp110,17 miliar. Kemudian 443 satuan pendidikan SD menerima sekitar Rp245,73 miliar, 142 satuan pendidikan SMP mendapat sekitar Rp172,44 miliar, serta 64 satuan pendidikan SMA/sederajat dengan nilai sekitar Rp88,89 miliar.

Kenaikan paling besar terjadi pada jenjang PAUD yang jumlah penerimanya meningkat hingga 774 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara penerima bantuan SD meningkat 228 persen dan SMP bertambah 53 persen.

Vasko menilai perhatian terhadap PAUD dan SD menjadi penting karena kedua jenjang tersebut merupakan bagian awal dari pembentukan fondasi pendidikan anak.

“Fondasi pendidikan harus dikuatkan sejak awal. Ketika PAUD dan SD mendapat perhatian lebih besar, ini merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.

Revitalisasi sekolah juga tidak selalu berupa pembangunan gedung baru. Bantuan dapat digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas yang mengalami kerusakan atau tidak lagi memadai, mulai dari ruang kelas, atap, plafon, lantai, sanitasi dan toilet hingga pengecatan serta penataan lingkungan sekolah.

Vasko mencontohkan, kerusakan fasilitas yang terlihat sederhana seperti atap bocor atau toilet yang tidak layak tetap dapat memengaruhi kenyamanan siswa dan guru selama berada di sekolah.

“Hal-hal seperti ini sangat penting karena setiap hari digunakan oleh anak-anak dan guru,” katanya.

Pemprov Sumbar, lanjut Vasko, akan mengawal pelaksanaan program tersebut agar bantuan yang diberikan pemerintah pusat benar-benar sesuai kebutuhan satuan pendidikan di daerah.

Ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan pembenahan fasilitas pendidikan berjalan tepat sasaran.

“Revitalisasi ini bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi bagian dari investasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi Sumatera Barat ke depan,” tuturnya. (erd)


×
Berita Terbaru Update