![]() |
| Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Marlina Sepa (Foto : Trisnaldi) |
Pariaman, Becker.Biz.Id — Informasi harga pangan, penanganan gigitan hewan, budidaya cabai hingga kebutuhan pelaku usaha perikanan menjadi sejumlah persoalan yang coba dijawab melalui berbagai layanan di Kota Pariaman.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Marlina Sepa, Jumat (7/8/2026), mengatakan pengembangan layanan tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak agar dapat terus disempurnakan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Salah satu layanan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan warga adalah SIGAP (Sistem Informasi Berantai Harga Pangan Pokok via WhatsApp). Layanan ini memberikan informasi harga pangan pokok secara berkala sehingga masyarakat dapat mengetahui perkembangan harga dengan lebih mudah.
Persoalan cabai juga menjadi perhatian melalui GERTANCAP (Gerakan Tanam Cabai Pekarangan). Masyarakat diajak memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam cabai yang dapat digunakan memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Di bidang kesehatan hewan, terdapat TANGKAS (Tanggap Penanganan Kasus Gigitan Hewan Berisiko Rabies). Layanan ini ditujukan untuk mempercepat penanganan warga yang mengalami gigitan hewan berisiko rabies, termasuk proses rujukan ke fasilitas kesehatan.
Edukasi mengenai rabies juga dilakukan melalui SORE (Sosialisasi Rabies Tiap Senin) yang menyasar pelajar sekolah dasar. Edukasi tersebut berkaitan dengan bahaya rabies dan tindakan yang perlu dilakukan apabila terjadi gigitan hewan.
Sementara bagi pelaku usaha perikanan, tersedia One Day Service Sertifikasi Induk Ikan Berkualitas yang berkaitan dengan penerbitan Surat Keterangan Asal Ikan (SKAI).
Kata dia, selain layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terdapat pula sejumlah sistem digital untuk mendukung pengelolaan administrasi, seperti SMID, SIPEKAT, DUNIA dan ANANDA.
Pengembangan berbagai layanan tersebut melibatkan sejumlah unsur, termasuk akademisi, dunia usaha, komunitas dan media. Masukan dari berbagai pihak digunakan untuk melihat kebutuhan serta efektivitas layanan di lapangan.
Marlina berharap inovasi yang telah berjalan dapat terus diperbaiki berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga keberadaannya tidak sekadar menjadi sistem administrasi, tetapi benar-benar dapat digunakan oleh warga. (Tris)
