Limapuluh Kota, Becker.biz.id – Tim dosen Program Studi Teknologi Pangan, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) mengembangkan teknologi pengeringan kopi ceri berbasis oven multisensor dengan sistem pengendalian suhu bertingkat dan pemantauan kondisi pengeringan secara real-time.
Penelitian terapan yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 ini dipimpin oleh Prof. Dr. Rince Alfia Fadri dengan anggota tim Fidela Violalita dan Henny Fitri Yanti.
Pengembangan teknologi tersebut dilatarbelakangi pentingnya proses pengeringan dalam menjaga mutu kopi pascapanen. Buah kopi ceri yang memiliki kadar air tinggi harus dikeringkan secara tepat agar aman disimpan serta tidak mengalami penurunan kualitas.
Selama ini, proses pengeringan mekanis sering menghadapi kendala berupa ketidakteraturan distribusi suhu di dalam ruang pengering. Pengendalian suhu yang hanya mengandalkan satu titik pengukuran berpotensi menyebabkan perbedaan kondisi pada bagian bawah, tengah, dan atas ruang pengering, sehingga hasil pengeringan menjadi kurang merata dan penggunaan energi tidak optimal.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim peneliti PPNP menerapkan metode pengeringan bertahap. Pada tahap awal, buah kopi ceri segar dengan kadar air sekitar 55–65 persen basis basah dikeringkan pada suhu 35 derajat Celsius selama enam jam guna mengurangi kadar air permukaan secara perlahan.
Tahap berikutnya dilakukan pada suhu 45 derajat Celsius selama 12 hingga 18 jam hingga kadar air buah turun ke kisaran 20–25 persen. Setelah itu, proses dilanjutkan pada suhu 55–60 derajat Celsius selama 6–10 jam sampai kadar air akhir mencapai 10–12 persen basis basah.
Secara keseluruhan, proses pengeringan berlangsung selama 24–36 jam, tergantung kondisi awal bahan dan densitas buah kopi yang dikeringkan. Pendekatan ini memungkinkan proses berlangsung lebih terkendali dibandingkan penggunaan suhu tinggi sejak awal pengeringan.
Keunggulan lain dari teknologi yang dikembangkan terletak pada penggunaan sistem multisensor. Oven dilengkapi sedikitnya tiga sensor suhu tipe-K dan tiga sensor kelembapan relatif yang ditempatkan pada bagian bawah, tengah, dan atas ruang pengering. Selain itu, tersedia sensor untuk memantau laju aliran udara serta konsumsi energi listrik.
Seluruh data suhu, kelembapan, aliran udara, dan penggunaan energi direkam secara otomatis menggunakan sistem data logger. Interval pencatatan dapat diatur mulai dari 1 hingga 3.600 detik dan hasilnya disimpan dalam kartu MicroSD dalam format spreadsheet.
Menurut tim peneliti, data yang terekam tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi proses, tetapi juga dapat digunakan untuk mengevaluasi efisiensi pengeringan, karakteristik proses, serta menjadi acuan untuk mengulang kondisi pengeringan yang dinilai optimal pada batch berikutnya.
Dari sisi mutu produk, pengaturan suhu secara bertahap diharapkan mampu mengurangi risiko kerusakan bahan akibat paparan suhu tinggi pada awal proses. Sementara pemantauan kondisi di beberapa titik ruang pengering membantu menjaga keseragaman proses sehingga hasil pengeringan lebih konsisten.
Teknologi ini juga dirancang untuk mendukung efisiensi energi. Sistem mampu memantau konsumsi listrik elemen pemanas dan blower secara langsung, sehingga kebutuhan energi selama proses dapat dianalisis berdasarkan data aktual.
Oven yang digunakan dalam penelitian memiliki kapasitas hingga 50 kilogram per batch dan dilengkapi tujuh tray pengering berbahan aluminium perforated untuk mendukung sirkulasi udara panas yang merata.
Melalui penelitian ini, PPNP menunjukkan penerapan teknologi sensor dan pengendalian otomatis pada proses pascapanen komoditas kopi. Inovasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan proses pengeringan yang lebih terukur, konsisten, efisien, serta mudah direplikasi.
Penelitian ini menjadi salah satu kontribusi perguruan tinggi vokasi dalam mendukung peningkatan mutu komoditas kopi nasional melalui pengembangan teknologi pascapanen yang berbasis kebutuhan sektor pertanian dan agroindustri. ( Nurma)
