-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kaki Bengkak Tak Selalu Karena Kelelahan, Bisa Menjadi Tanda Gangguan Ginjal

19 August 2026 | 19 August WIB Last Updated 2026-08-19T03:13:50Z
Perbandingan kaki yang bengkak (kiri) dengan kaki normal (kanan) menunjukkan tanda penumpukan cairan yang tidak semata akibat kelelahan. (Foto: Wanda)


Jakarta,Becker.biz.id– Kaki bengkak sering dianggap sebagai akibat kelelahan setelah berdiri terlalu lama atau melakukan aktivitas berat. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa pembengkakan yang terjadi terus-menerus, terutama pada kedua kaki, bisa menjadi tanda adanya gangguan fungsi ginjal yang perlu mendapat perhatian medis.


Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah, mengatur keseimbangan cairan, serta menjaga kadar elektrolit dalam tubuh. Ketika fungsi organ tersebut menurun, kelebihan cairan dan garam tidak dapat dikeluarkan secara optimal sehingga menumpuk di jaringan tubuh dan menyebabkan pembengkakan atau edema.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber kesehatan, kaki bengkak akibat gangguan ginjal umumnya terjadi pada kedua kaki sekaligus, terutama di area pergelangan kaki dan tungkai bawah. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan cairan yang tidak mampu dikeluarkan oleh ginjal secara normal.


Selain pembengkakan, kulit pada bagian yang terkena biasanya tampak lebih mengilap, terasa kencang, dan sulit dilipat karena jaringan kulit meregang akibat penumpukan cairan. Pada beberapa kasus, saat area yang bengkak ditekan dengan jari, akan muncul cekungan yang bertahan beberapa saat sebelum kembali seperti semula. Kondisi ini dikenal sebagai pitting edema dan kerap dikaitkan dengan gangguan fungsi ginjal.


Keluhan lain yang dapat menyertai antara lain rasa berat pada kaki sehingga menimbulkan ketidaknyamanan saat berjalan atau berdiri dalam waktu lama. Sebagian penderita juga mengalami gatal-gatal akibat penumpukan zat sisa metabolisme dalam darah yang tidak tersaring dengan baik oleh ginjal.


Dokter umumnya menyarankan perubahan pola hidup sebagai langkah awal penanganan. Pembatasan konsumsi garam menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi retensi cairan dalam tubuh. Selain itu, mengangkat posisi kaki saat beristirahat dapat membantu memperlancar aliran cairan kembali ke pembuluh darah sehingga pembengkakan berangsur berkurang.


Bagi penderita penyakit ginjal yang dipicu diabetes, pengaturan asupan gula dan protein juga perlu dilakukan sesuai rekomendasi tenaga medis. Konsumsi protein berlebihan dapat meningkatkan beban kerja ginjal, sementara kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat memperburuk kerusakan organ tersebut.


Penggunaan stoking kompresi juga dapat membantu mengurangi penumpukan cairan di tungkai, namun harus dilakukan berdasarkan anjuran dokter. Sementara itu, untuk mengatasi kelebihan cairan, dokter biasanya meresepkan obat diuretik serta terapi lain yang disesuaikan dengan penyebab gangguan ginjal.


Pada kondisi yang lebih berat, pasien mungkin memerlukan tindakan dialisis atau cuci darah guna membantu menggantikan sebagian fungsi ginjal dalam menyaring darah dan membuang cairan serta zat sisa metabolisme dari tubuh.


Tenaga kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pembengkakan pada kaki yang terjadi berulang atau disertai gejala lain. Pemeriksaan medis sejak dini diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius. ( Wanda)

×
Berita Terbaru Update