-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Karhutla di Kotawaringin Timur Meluas, Asap Pekat Mulai Selimuti Kota Sampit

20 August 2026 | 20 August WIB Last Updated 2026-08-20T04:19:30Z
Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti kawasan permukiman di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (19/8/2026). (Foto: Bahrawi)


Sampit, Becker.biz.id  – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus meluas dan mulai berdampak pada kualitas udara di Kota Sampit. Asap pekat dari kebakaran lahan gambut terlihat menyelimuti sejumlah kawasan permukiman warga dan ruas jalan utama dalam beberapa hari terakhir.


Pantauan di sejumlah titik di Kota Sampit menunjukkan kabut asap mulai mengurangi jarak pandang, terutama pada pagi dan sore hari. Kondisi tersebut juga dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.


Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat hingga pertengahan Agustus 2026 telah terjadi ratusan kasus kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut. Kecamatan Baamang menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak.


Hingga 18 Agustus 2026, BPBD mencatat sebanyak 142 kejadian karhutla telah ditangani di Kecamatan Baamang. Dari jumlah tersebut, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 114 hektare.


Sebagian besar area yang terbakar merupakan lahan gambut yang dikenal mudah terbakar saat musim kemarau. Karakteristik lahan gambut juga menyebabkan api sulit dipadamkan karena dapat menyala di bawah permukaan tanah dan menghasilkan asap tebal dalam waktu yang lama.


Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah lokasi yang masih ditemukan titik api. Namun, cuaca panas, minimnya curah hujan, serta kondisi lahan yang kering menjadi tantangan dalam proses penanganan kebakaran.


Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api baru. Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan meluasnya kebakaran dan mengurangi dampak kabut asap yang kini mulai dirasakan warga Kota Sampit dan sekitarnya. ( Bahrawi)

×
Berita Terbaru Update