-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rp195,1 Miliar Dana TKD Disiapkan untuk Perbaikan Irigasi, Tanggul dan Pengamanan Pantai di Sumbar

10 August 2026 | 10 August WIB Last Updated 2026-08-10T14:33:00Z
Rifda Suriani


Padamg, Becker.Biz.Id — Sebanyak 75 kegiatan infrastruktur sumber daya air di Sumatera Barat mendapat alokasi tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp195,1 miliar. Anggaran tersebut diarahkan antara lain untuk memperbaiki jaringan irigasi, bendung, tanggul sungai hingga pengamanan kawasan pantai.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat, Rifda Suriani mengatakan, pekerjaan tersebut dibutuhkan untuk menjaga fungsi infrastruktur pengairan sekaligus menangani sejumlah fasilitas yang rusak, termasuk akibat bencana.

"Dari total 75 kegiatan, pelaksanaannya terbagi dalam beberapa kelompok pekerjaan sesuai kebutuhan infrastruktur sumber daya air. Kita terus mendorong agar seluruh proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan sehingga kegiatan dapat segera dilaksanakan," ujar Rifda di Padang, Senin (10/8/2026).

Salah satu porsi terbesar anggaran, sekitar Rp115,34 miliar, dialokasikan untuk penanganan sungai dan pengamanan pantai. Dana tersebut mencakup pembangunan tanggul sungai Rp106,88 miliar, pengamanan pantai Rp6,73 miliar, pemeliharaan sungai Rp933,13 juta, serta penyusunan berbagai dokumen teknis dan lingkungan.

Pekerjaan di bidang tersebut mencakup 40 kegiatan. Per 5 Agustus 2026, sebanyak 24 kegiatan masih berada dalam tahap evaluasi pengadaan melalui E-Katalog, delapan kegiatan telah tayang di E-Katalog, dan delapan lainnya dalam proses input draf.

Artinya, sebagian besar pekerjaan belum masuk tahap pelaksanaan fisik. Proses pengadaan masih menjadi tahapan yang harus diselesaikan sebelum pekerjaan dapat berjalan di lapangan.

Sementara itu, sektor irigasi memperoleh alokasi Rp49,60 miliar. Anggaran tersebut terdiri dari Rp41,52 miliar untuk rehabilitasi jaringan irigasi permukaan, Rp7,95 miliar untuk rehabilitasi bendung irigasi, serta Rp125 juta untuk penyusunan rencana teknis dan dokumen lingkungan.

Sejumlah jaringan irigasi yang menjadi sasaran rehabilitasi tersebar di berbagai daerah. Di antaranya Irigasi Ladang Laweh di Kabupaten Padang Pariaman dengan anggaran Rp3,5 miliar dan panjang penanganan 1.919,47 meter.

Kemudian Irigasi Batang Sianok di Kabupaten Agam dengan alokasi Rp3 miliar untuk penanganan sepanjang 1.628,01 meter. Ada pula Irigasi Bdr. Panjang Salayo yang berada di Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan anggaran Rp5 miliar dan panjang penanganan 2.765,42 meter.

Perbaikan juga menyasar Irigasi Batang Selo dan Bandar Galo Gandang di Tanah Datar, Bandar Ipuh yang mencakup Agam dan Padang Pariaman, serta Irigasi Sicaung di Padang Pariaman. Sejumlah jaringan lainnya berada di Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok Selatan, Pesisir Selatan dan daerah lainnya.

Untuk bendung irigasi, dua pekerjaan yang masuk dalam program rehabilitasi berada di wilayah Limapuluh Kota dan Payakumbuh. Yakni Bendung Batang Lampasi dengan alokasi Rp1,5 miliar dan Bendung Batang Talawi sebesar Rp3 miliar.

Menurut Rifda, kondisi jaringan irigasi yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pengairan lahan pertanian. Karena itu, rehabilitasi tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga berhubungan dengan keberlanjutan aktivitas pertanian masyarakat.

"Intinya, anggaran ini kita arahkan untuk mendukung infrastruktur sumber daya air yang memang dibutuhkan, baik untuk pengendalian dan pengamanan sungai maupun untuk menjaga fungsi jaringan irigasi," ujarnya.

Dari total tambahan TKD yang diterima Pemprov Sumbar pada 2026 sebesar Rp534,98 miliar, sebanyak Rp195,10 miliar dialokasikan melalui Dinas SDABK untuk 75 kegiatan.

Perkembangan pekerjaan saat ini beragam, mulai dari kegiatan yang sudah berkontrak, telah mendapatkan SPPBJ, berada dalam proses pengadaan E-Katalog hingga masih dalam tahap perencanaan. (bud)

×
Berita Terbaru Update