Lima Puluh Kota, Becker.biz.id – Tim Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) Universitas Negeri Padang (UNP) memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Nagari Taram, Kabupaten Lima Puluh Kota, dalam mengolah ayam petelur afkir menjadi produk burger bernilai tambah.
Program pemberdayaan masyarakat tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah bahan pangan lokal yang selama ini memiliki nilai jual relatif rendah menjadi produk yang lebih kompetitif dan berpotensi menambah pendapatan keluarga.
Ketua Tim PIPN UNP, Prof. Dr. Elida, M.Pd., menjelaskan bahwa ayam petelur afkir umumnya hanya dipasarkan dalam bentuk hidup atau karkas dengan nilai ekonomi terbatas. Padahal, bahan tersebut masih memiliki kandungan protein yang tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai produk pangan.
“Melalui kegiatan ini masyarakat dibekali keterampilan mengolah ayam petelur afkir menjadi burger yang memiliki kualitas, cita rasa, higienitas, dan daya saing yang baik,” kata Elida.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti pelatihan praktik secara langsung mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan daging, pembuatan burger patty, hingga pengemasan produk. Warga juga diberikan materi mengenai perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, dan strategi pemasaran.
Tim pengabdian turut melakukan pendampingan pada aspek kualitas produk melalui uji coba dan evaluasi. Penilaian dilakukan terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur burger sebelum produk diperkenalkan kepada pasar.
Anggota tim, Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si., mengatakan inovasi pengolahan pangan berbasis potensi lokal dapat membuka peluang usaha baru di tengah masyarakat.
“Diversifikasi produk pangan seperti ini dapat meningkatkan nilai tambah bahan lokal sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain aspek produksi, program ini juga memperhatikan pengembangan kemasan dan identitas produk. Tim membantu masyarakat merancang kemasan yang lebih menarik agar mampu meningkatkan daya saing produk di pasaran.
Pendekatan pemberdayaan yang diterapkan menitikberatkan pada keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Dengan cara tersebut, warga diharapkan mampu melanjutkan dan mengembangkan usaha secara mandiri setelah program pendampingan berakhir.
Program ini juga mencakup evaluasi peningkatan pengetahuan peserta melalui pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan, serta monitoring terhadap perkembangan usaha yang dirintis masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, tim menargetkan lahirnya produk burger berbahan ayam petelur afkir yang siap dipasarkan serta meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha dan memasarkan produk secara berkelanjutan.
PIPN UNP diharapkan menjadi salah satu upaya penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Pemanfaatan ayam petelur afkir menjadi produk olahan bernilai tambah dinilai dapat membantu meningkatkan pendapatan warga sekaligus mendorong tumbuhnya usaha mikro di Nagari Taram. ( Nur Akmal)
