BECKER.BIZ.ID - Jika kita melakukan aktivitas promosi, kita harus memahami terlebih dahulu bahwa aktivitas promosi adalah kegiatan untuk mengkomunikasikan nilai jual dan daya tarik dari merek kita.
Jadi, bukan hanya mengenai penjualan dengan promo atau diskon, seperti buy one get one atau potongan harga, dan sejenisnya.
Oleh karena itu, ketika kita mempromosikan merek atau bisnis kita, yang kita sampaikan adalah keunggulan, nilai jual, dan daya tarik merek tersebut.
Jadi, bukan hanya soal promo saja. Malahan, bisnis harus bisa hidup secara berkelanjutan, sehingga konsumen mau membeli produk kita walaupun tidak sedang ada diskon atau promo. Kita harus menciptakan nilai jual dan manfaat yang benar-benar dirasakan dan dibutuhkan oleh target pasar kita.
Sebelum membahas berapa lama atau berapa frekuensi promosi dilakukan, kita harus mengetahui beberapa hal.
Pertama, konsumen cenderung membeli apa yang mereka lihat dan dengar, terutama di era media sosial dan media online saat ini. Apa yang dilihat dan didengar konsumen sangat banyak, termasuk pesaing yang juga memperebutkan pangsa pasar yang sama dengan yang kita inginkan.
Kedua, berdasarkan data riset terbaru, konsumen memperoleh informasi mengenai kuliner yang ingin mereka beli melalui media online.
Ketiga, saat konsumen hendak membeli, mereka harus sudah mengenal merek kita terlebih dahulu; mereka sudah pernah mendengar dan mengetahui daya tarik merek tersebut.
Mereka cenderung tidak langsung membeli saat pertama kali mengetahui merek, tetapi setelah mendengar beberapa kali, barulah mereka tertarik untuk membeli.
Dari tiga hal tersebut, sudah jelas bahwa aktivitas promosi bukanlah kegiatan yang dilakukan sekali-sekali, apalagi hanya setahun sekali. Promosi harus menjadi aktivitas rutin sehari-hari.
Oleh karena itu, teman-teman perlu memiliki agenda atau kalender pemasaran (marketing calendar), agar setiap bulan memiliki sesuatu yang menjadi "wow factor" atau sesuatu yang menarik perhatian, dan kita mengkomunikasikannya setiap hari.
Aktivitas harian ini tentu dilakukan melalui media yang digunakan oleh target pasar kita. Jika target pasar teman-teman mayoritas adalah usia produktif di Indonesia, berarti mereka adalah generasi milenial dan generasi Z, yang menggunakan media online sebagai media utama dalam keseharian mereka.
Maka, manfaatkanlah media online yang dimiliki, seperti media sosial pribadi atau bekerjasama dengan opinion leader untuk melakukan aktivitas promosi.
Ingat, aktivitas promosi bukan hanya tentang diskon dan potongan harga, melainkan juga mengedepankan dan mengkomunikasikan keunggulan serta manfaat dari merek Anda.
Kunci Sukses dalam Melakukan Promosi Bisnis Kuliner
1. wow factor
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama, miliki "wow factor", sehingga target pasar sadar dan tertarik untuk mencoba produk kita.
2. Komunikasi
Kedua, komunikasikan proses produksi yang higienis dan halal, sehingga konsumen merasa tenang saat membeli produk kita karena mengetahui proses produksinya dilakukan dengan baik.
3. Tempat yang nyaman
Ketiga, jika bisnis Anda adalah tempat nongkrong, sampaikan bahwa tempat tersebut nyaman, bersih, mushola yang nyaman dan adem, serta tersedia banyak colokan listrik. Hal-hal seperti ini juga merupakan bagian dari kegiatan promosi, bukan hanya soal diskon.
4. Mengembangkan merek yang menarik
Terakhir, kunci dalam melakukan aktivitas promosi sehari-hari adalah mengembangkan merek yang menarik, yang sesuai dan disukai oleh target pasar, mulai dari desain, kemasan, hingga daya tarik yang memenuhi kebutuhan target pasar tersebut.
Semoga informasi ini bermanfaat. (*)
