![]() |
| Salahsatu jalan terban yang bakal diperbaiki BMCKTR Sumbar |
Padang, Becker.Biz.Id — Perbaikan jalan, pembangunan jembatan, drainase hingga penyediaan air minum menjadi sejumlah kebutuhan infrastruktur yang mendapat alokasi tambahan anggaran di Sumatera Barat.
Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumatera Barat, Armizoprades, mengatakan sebagian besar program tersebut telah mulai dikerjakan. Hingga 31 Juli 2026, progres fisik tercatat 20,53 persen, sedangkan realisasi keuangan mencapai 8,06 persen.
"Sebagian besar kegiatan tersebut sudah mulai berjalan. Per 31 Juli kemarin, realisasi keuangannya telah mencapai 8,06 persen dan realisasi fisiknya sebesar 20,53 persen," ujar Armizoprades di Padang, Jumat (7/8/2026).
Sebanyak 18 program infrastruktur tersebut dibiayai melalui tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dengan nilai Rp258,45 miliar. Programnya mencakup sejumlah kebutuhan yang berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas masyarakat.
Porsi terbesar dialokasikan untuk rehabilitasi jalan provinsi sebesar Rp104,39 miliar dan rekonstruksi jalan provinsi Rp49,03 miliar.
Bagi masyarakat, kondisi jalan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari perjalanan menuju tempat kerja dan sekolah hingga distribusi hasil pertanian, perkebunan serta barang dagangan.
Selain jalan, terdapat anggaran Rp28,68 miliar untuk penggantian jembatan dan Rp26,73 miliar untuk pembangunan jembatan. Kemudian Rp15,85 miliar dialokasikan untuk pemeliharaan rutin jalan provinsi.
Program lainnya mencakup pengadaan Jembatan Bailey senilai Rp14,20 miliar, peningkatan sistem penyediaan air minum, pembangunan sistem drainase perkotaan serta pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Payakumbuh.
Menurut Armizoprades, progres pekerjaan yang masih berada pada tahap tersebut berkaitan dengan sejumlah proses teknis dan pengadaan yang harus dilalui dalam pelaksanaan proyek.
"Secara umum progresnya cukup baik. Persentase realisasi fisik yang masih sekitar 20 persen bukan berarti pekerjaan terlambat, tetapi karena setiap kegiatan harus melalui tahapan teknis yang menjadi bagian dari proses pelaksanaan. Kami optimistis, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Desember 2026," katanya.
Bagi warga di kawasan perkotaan, pembangunan drainase menjadi salah satu kebutuhan yang berkaitan dengan persoalan genangan ketika hujan turun. Sementara peningkatan sistem penyediaan air minum menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Pengadaan Jembatan Bailey juga dapat menjadi alternatif untuk menjaga akses masyarakat ketika sebuah jembatan membutuhkan penanganan atau penggantian.
Di sisi lain, pengerjaan infrastruktur dapat memengaruhi aktivitas warga untuk sementara waktu. Pengguna jalan berpotensi menghadapi pengaturan lalu lintas maupun perubahan akses di sekitar lokasi pekerjaan.
Armizoprades menyampaikan permohonan maaf apabila proses pekerjaan menimbulkan gangguan bagi masyarakat.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama proses pekerjaan berlangsung terdapat gangguan terhadap kenyamanan maupun kelancaran lalu lintas. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan bersama," ujarnya. (erd)
