-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pasar Rakyat Bangko Rp7 Miliar Sepi, Warga Berharap Revitalisasi Kembali Hidupkan Aktivitas Perdagangan

07 August 2026 | 07 August WIB Last Updated 2026-08-07T08:55:47Z
Kondisi pasar Bangko yang sepi dan tidak termanfaatkan (Foto : Amin)

Merangin, Becker.Biz.Id — Pasar Rakyat Bangko di Kabupaten Merangin, Jambi, yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp7 miliar, hingga kini belum mampu berfungsi optimal sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat.

Pasar tersebut diresmikan pada Januari 2018. Namun, aktivitas jual beli di lokasi itu tidak bertahan lama. Sebagian besar pedagang kemudian meninggalkan kios sehingga kawasan pasar kembali terlihat sepi.

Pantauan media di lokasi, Jumat (7/8/2026), menunjukkan sejumlah kios dan bagian pasar belum dimanfaatkan secara maksimal. Kondisi tersebut membuat fasilitas perdagangan yang dibangun dengan nilai cukup besar belum memberikan manfaat ekonomi sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

Ardi (34), warga sekitar, mengatakan keberadaan pasar sebenarnya sangat dibutuhkan masyarakat apabila dikelola dan ditata dengan baik.

“Kalau pasarnya ramai, tentu masyarakat juga terbantu. Kami tidak perlu pergi jauh untuk mencari kebutuhan sehari-hari. Yang penting pedagang mau kembali dan pembeli juga ramai,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi pasar yang sepi membuat masyarakat lebih memilih berbelanja di lokasi lain. Karena itu, revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menghadirkan aktivitas perdagangan yang benar-benar berjalan.

Hal senada disampaikan Desi (36). Ia berharap pembenahan Pasar Rakyat Bangko nantinya disertai pengelolaan yang lebih baik sehingga pedagang memiliki alasan untuk kembali menempati kios.

“Jangan sampai bangunannya diperbaiki, tetapi setelah itu tetap sepi. Yang kami harapkan pasar ini benar-benar hidup, pedagang bisa mencari nafkah dan masyarakat punya tempat belanja yang nyaman,” katanya.

Minimnya aktivitas perdagangan selama ini menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat dan pelaku usaha. Pasar tidak cukup hanya memiliki bangunan dan kios, tetapi harus mampu menciptakan pertemuan antara pedagang dan pembeli.

Sejumlah faktor disebut ikut memengaruhi sulit berkembangnya aktivitas pasar, mulai dari rendahnya minat pedagang menempati kios hingga persoalan pengelolaan dan penataan aktivitas perdagangan.

Karena itu, rencana revitalisasi Pasar Rakyat Bangko diharapkan tidak berhenti pada pembenahan fisik bangunan.

Perbaikan fasilitas memang penting, tetapi persoalan yang lebih mendasar adalah bagaimana membuat pedagang kembali berjualan dan masyarakat kembali menjadikan pasar tersebut sebagai pilihan untuk berbelanja.

Pengelolaan, penataan pedagang, akses masyarakat, kenyamanan, serta daya tarik pasar menjadi bagian yang tidak kalah penting untuk diperhatikan.

Bagi pedagang, pasar yang hidup bukan semata-mata ditentukan oleh kondisi bangunan. Keberadaan pembeli, biaya yang terjangkau, kepastian tempat usaha, serta pengelolaan yang jelas juga menjadi faktor penting.

Sementara bagi masyarakat, pasar akan kembali diminati apabila kebutuhan sehari-hari tersedia, harga bersaing, akses mudah, dan aktivitas jual beli berlangsung secara konsisten.

Pengalaman Pasar Rakyat Bangko selama beberapa tahun terakhir diharapkan menjadi bahan evaluasi agar revitalisasi tidak mengulang persoalan yang sama.

Pasar yang pernah dibangun dengan tujuan menggerakkan perekonomian masyarakat itu kini membutuhkan lebih dari sekadar perbaikan fisik. Yang dibutuhkan adalah mengembalikan fungsi ekonominya.

Jika revitalisasi mampu membuat kios kembali terisi, pedagang mendapatkan tempat usaha yang layak, dan masyarakat kembali datang berbelanja, maka keberadaan pasar tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat bagi warga. (amin)


×
Berita Terbaru Update